Laman

Tampilkan postingan dengan label mesin pencari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mesin pencari. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Juli 2012

Mesin Pencari

Mesin Pencari memungkinkan penggunanya untuk meminta konten media dengan memberikan keyword tertentu (biasanya berupa term/kata atau frasa) sehingga menghasilkan feedback berupa daftar berkas yang memenuhi kriteria tersebut. Dalam pencarian berkas tersebut, mesin pencari menggunakan proses indexing atau “pengindeksan” yang sudah dibuat sebelumnya dan dimutakhirkan secara teratur.
Mesin Pencari Web biasanya merujuk kepada “WWW” dengan mengumpulkan data yang tersedia dari newsgroup, database besar, atau direktori terbuka. Pengumpulan data tersebut dilakukan secara otomatis. Sebagian besar mesin pencari dijalankan oleh perusahaan swasta yang menggunakan algoritma kepemilikan dan database tertutup, yang paling populer adalah Google. Namun ada juga mesin pencari dengan sumber-terbuka (open-source) seperti Sphinx,  Lucene dan Indri.

Manfaat Sistem Temu Kembali

Sistem temu kembali informasi dapat dijadikan sebagai portal pencarian informasi baik di lingkungan internal maupun internet, dengan adanya portal yang terdistribusi diharapkan penggunanya dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan cepat dan mudah. Menurut data survei hampir 90% pengguna internet mencari segala sesuatunya via mesin pencari. Dan dari sekian banyak mesin pencari, Google dan Yahoo adalah search engine yang paling banyak dipakai oleh pengguna internet.
Sistem temu kembali informasi dapat merangking dan merekomendasikan hasil pencarian kedalam daftar peringkat yang sudah tentu membantu pengguna dalam mendapatkan informasi yang relevan dengan “kata kunci” yang dipakai. Selain itu informasi (konten) yang ditampilkan akan mendapatkan jaminan akses, karena menurut survei sebagian pengguna mesin pencari tidak pernah melewatkan dua halaman pertama dari hasil pencarian pada mesin pencari.